Dalam kisah ini menceritakan tentang sepasang sahabat yang selalu klop satu dengan yang lainnya,mereka tidak suka membeda-bedakan teman atau apapun.
Mereka ini sekolah di tempat yang sama,hampir setiap hari mereka berangkat sekolah bersama.Karena rumah Tania searah dengan rumah Ina.Setiap mau berangkat bareng merekA selalu menyempatkan diri untuk ke taman bunga dekat sekolah mereka.
Tak lama perjalanan akhirnya mereka sampai juga di taman bunga tersebut.Keberangkatan ke kebun bunga adalah suatu ritual mereka berdua.Mereka mempunyai pandangan bahwa jika orang sering ke taman bunga ia akan menemukan jodohnya tanpa di sengaja.
Waktu hampir menunjukkan pukul 07.00, karena mereka terlalu menikmati memandangi taman bunga tersebut ,mereka tidak sadar kalau mereka hampir telat.Perjalan dari taman bunga ke sekolah membutuhkan waktu seperempat jam.Mereka sangat panic karena jam pertama yaitu OLGA, mereka sampai telat 5 menit saja bisa di hukum putar lapangan 10 kali.
“ Duh gimana nih,jamnya Pak Joko lagi.”Tania meerasa ketakutan.
“ Udah kita minta ijin saja sama Pak Joko kalo di tengah jalan kita di jailin anak brandalan.”
“Elo sih,kelaamaan lihat bunganya,jadinya kita telat kan?”Gerutu Tania.
“ Kok gue sih, kita kan sama-sama lihat jadi kita sama-sama salah.”bela Ina pada Tania.
“Udahlah,mari kita berangkat nanti tambah kelamaan lagi!”jelas Tania pada Ina.
Mereka berdua bertengkar ,tak sengaja mereka bertemu dengan cowok anak terpopuler di sekolahan.Cowok tersebut melihat mereka berdua,dan coeok itu menawarkan tumpangan pada mereka.Mereka berdua langsung setuju.Akhirnya mereka sampai juga di sekolahan.
Sesampainya di sekolah ada suasana yang berbeda tidak seperti biasanya ,biasanya waktu jam pelajaran Pak Joko ruangan kelas sepi nggak ada satupun siswa yang dikelas. Tapi ini aneh siswa-siswa malah masih di dalam kelas bahkan sangat ramai.
“Ina lihat kok ngak ada olga sih?”heran Tania melihat kelasnya yang sepi.
“ Nggak tau nih, mungkin aja Pak Joko nggak berangkat.” Jelas Ina kepada Tania.
“ Wah asyik dong ,akhirnya kita bisa bebas dari Pak Joko itu.”dengan wajah beringisnya.
“Asyik sih asyik tapi kan tetap aja kita nggak bisa santai.”jelas Ina pada Tania.
Selama percakapan di antara mereka terjadi tak disangka ada seorang laki-laki ganteng yang masuk ke kelas mereka dengan jalan yang sangat tegap.Laki-laki itu mampu membuat suasana di kelas menjadi sepi dan perhatian hanya terpusat pada dirinya.
“ Selamat pagi anak-anak perkenalkan nama saya Andre, kalian bisa memanggil saya dengan nama Pak Andre.” Laki-laki itu memperkenalkan diri.
“ What guru ganteng banget , gini-gini gue betah terus nih .”
“ Gue penasaran nih rumahnya dimana?”
Karena semua siswa bertanya tentang guru olahraga yang baru itu , meereka teringat mengapa ia menggantikan Pak Joko sebagai guru olga.
Tapi mereka tidak terlalu memikirkan itu semua karena sudah ada guru yang sangat tampan.Tak terasa bel istirahat telah berbunyi,murid-murid pergi istirahat ke kantin, ada yang main basket atau menjaili teman-temannya yang lemah.
Tapi seperti biasa Tania dan Ina tidak istirahat karena mereka selalu pergi ke perpustakaan untuk mencari novel edisi terbaru,karena mereka sangat suka mengoleksi novel rentang percintaan dan persahabatan.
Lama keliling perpustakaan menelusuri tiap-tiap rak akhirnya Tania menemukan buku yang ia cari yaitu novel yang bertema tentang seluk beluk percintaan.Di sana Tania tak sengaja bertemu dengan Pak Andre guru olga yang baru.
“ Eh , kamu Tania bukan? Murid kelas XI A1 itu? “ sapa pak Andre pada Tania.
“ Ia Pak,ada apa? “ heran Tania ketika Pak Andre menyapa Tania.
“ Tidak apa-apa,hanya sekedar menyapa kan sesama murid dan guru harus ada hubungan yang baik.” Jelas pak Andre.
“ Benar juga sih Pak.”tambah Tania.
KRING,,,,,,,,,,,,,,,,KRING,,,,,,,,,,,,,,KRING,,,,,,,,,,,,,
“ Maaf Pak saya harus kembaali ke kelas karenaa sudh bel.”
“ Ia silahkan.”Jawab Pak Andre.
Pak Andre terkagum kagum dengan Tania karena anaknya yang aktif selain itu ia gadis yang cantik.Pak Andre terus memikirkannya.
Apakah ini pandangan pertama ?
“ Tan, tadi serius banget ngobrolnya sama guru ganteng? “ usil Ina pada Tania.
“ Oh,,,, tadi nggak kok biasa aja.”jelas Tania
“ Biasa apa luar biasa bisa ngobrol sama guru ganteng.”Ina terus memojokkn Tania.
“ Apaan sih,,,,biasa aja kale.”gerutu Tania.
“ Eh,,, jangan marah dong kan Cuma bercanda?”dengan wajah sangat menyesal karena telah membuat Tania marah.
Akhirnya bel pulang sekolah berbunyi mereka berdua akhirnya pulang.Di depan gerbang sekolah ada Pak Andre dengan mobilnya.seperti menunggu seseorang.Pak Andre dengann mobilnya yang berwarna merah sangat sesuai dengan kepribadian orangnya.
“ Tania,Ina mau pulang ya?”Tanya pak Andre pada mereka berdua.
“ Ia Pak,,,,.”Jawab Ina.
“ Rumah kalian dimana?” Tanya Pak Andre lagi kepada mreka berdua.
“ Rumah kami di seberan jalan sana Pak,ada apa ya pak?”Heran Ina ketika Pak Andre bertanya seperti itu.
“ Oh ,,,,,,, kalau begitu bareng bapak saja kan searah, rumah bapak 2 blog dari sini.” Tawar Pak Andre kepada mereka berdua.
“ Nggak usah Pak ngrepotin.” Tolak Tania.
“ Elo gimana sih Tan,kan lumayan dapat tumpangan jadi kita tidak capek jalan kaki ,lagi pula kaki gue pegal-pegal semua nih.”alasan Ina.
“ Sejak kapan kaki lo pega-pegal.” Tanya Tania pada Ina.
“ Barusan,he he he he,Ayolah Tan lo bilang setuju aja,nggak enakkan permintaan guru di tolak.” Ina terus membujuk Tania.
“ OK,,,,,,, kita naik mobilnya Pak andre.”jawab Tania.
“ Gitu dong,dari tadi napa?” dengan hati yang sangat senang.
Akhirnya Tania menyetujui untuk menerima tumpangan dari Pak Andre.Selama perjalanan mereka ngobrol-ngobrol tentang kegiatan mereka di luar sekolah.
Pak Andre ternyata ia masih anak kuliahan, ia mengajar hanya menjadi guru semantara untuk menggantikan Pak Joko yang lagi di rawat di rumah sakit.
Tak lama perjalanan akhir mereka sampai juga di depan rumah Ina,sekarang hanya ada Tania dan Pak andre.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar